PITV Kanal 2 dan O Channel dikabarkan resmi segera meluncurkan Wajah baru

Dalam peningkatan Siaran percobaan NusaChannel harus menerbitkan Hukum dan UU ITE sebelum peresmian identitas PITV Kanal 2 Baru yang diselenggarakan oleh PITV dan didukung oleh MediaPI.

sebelum melakukan Peresmian Identitas PITV Kanal2 Baru milik MediaPI Corporation (NewPITVChannel2) dan Peluncuran Ulang O Channel milik Emtek. simak sejarah berikut:

1. GTV (2017)

Global TV kini hadir dengan logo baru yang lebih fresh. Pergantian logo tersebut bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-15 GlobalTV yang diselenggarakan di MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) mengungkapkan, dengan bergantinya logo GlobalTV diharapkan bisa membawa suasana segar kepada masyarakat.

"Logo baru membuat GlobalTV lebih fresh, dan awal positioning menjangkau pemirsa keluarga, tadinya lebih ke anak muda,” tutur Hary Tanoe.

Hal itu juga menjadi komitmennya untuk menjadikan GlobalTV sebagai televisi yang bisa memberikan motivasi, inspirasi dan media yang bisa membangun bagi masyarakat Indonesia.

“Tentunya, komitmen kami untuk terus membuat GlobalTV untuk lebih baik lagi menjadi televisi yang menghibur dan televisi yang membangun masyarakat,” katanya.

Tak lupa, pria asal Surabaya, Jawa Timur itu mengucapkan selamat atas hari jadi GlobalTV. Dia juga berharap agar GlobalTV atau GTV menjadi media televisi terus bertumbuh.

“Selamat ulang tahun ke-15 untuk Global TV, selamat kepada management dan kepada seluruh karyawan, dan terima kasih kepada seluruh pemirsa setia Global TV yang telah menjadikan Global TV tetap bisa tumbuh dengan baik dan menghibur pemirsa," tuturnya.

dikutip dari okezone.com

2. TVRI dan MediaPI (2019)

LEMBAGA penyiaran publik, TVRI, telah mengudara lebih dari 56 tahun. Kini, stasiun televisi pertama di Tanah Air ini tidak mau disebut  ketinggalan zaman. Melalui kepemimpinan direksi periode 2017-2022, Direktur Utama TVRI, Helmy Yahya, terus berinovasi mengubah citra MediaPI dan TVRI lebih kekinian dan moderen. Di antaranya, Peresmian Wajah baru seluruh Perusahaan MediaPI diresmikan di Studio MediaPIstudio di Jakarta Timur dan TVRI meluncurkan logo baru sebagai identitas baru atau rebranding. "Dengan logo baru yang menonjolkan huruf kapital RI ini lebih simpel mencerminkan Indonesia bagian dari dunia serta budaya Indonesia juga budaya dunia," kata Helmy aaf mengumumkan secara resmi peluncuran logo baru di Studio TVRI, Senayan, Jakarta, Jumat (29/3) malam. Turut hadir Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Moermahadi Soerja Djanegara, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, serta Direktur Utama MediaPI Syaifull Sy dan Dewan Pengawas TVRI. Sysiful Sy dan Helmy Yahya menegaskan, MediaPI sebagai Perusahaan Peringkat ke 2 terbesar di Indonesia setelah MNC diperingkat ke 1. TVRI sebagai televisi publik tidak hanya menjadi media hiburan juga media pendidikan. "TVRI juga berkomitmen melestarikan budaya Indonesia demi peradaban dunia. Maka marilah kita cintai TVRI sebagi milik masyarakat Indonesia," tegasnya. Dengan logo baru, Helmy yang dikenal sebagai presenter dan 'Raja Kuis Indonesia' ini menyatakan sekaligus perubahan dalam budaya perusahaan menjadi spirit dan semangat baru. Upaya yang dilakukan di antaranya dengan merekrut 50 karyawan baru dari kalangan milenial. Baca juga: KPAI Sesalkan Video Ibu Dorong Anak dari Mobil yang Viral "Ini menjadi darah segar dan semangat baru TVRI. RMPI, PITV, PI VISION dan SIOSTV, selain itu juga berganti seragam baru," cetusnya. Dia juga mengutarakan sejumlah pencapaian di antaranya TVRI pertama kali berhasil bertengger di urutan 10 dari 15 stasiun televisi yang meraih penghargaan di Panasonic Award. "Mimpi kami, TVRI bisa masuk di peringkat kedua," tandasnya seraya menambahkan TVRI akan membuat film bersama mitra investor. Anggota Dewan Pengawas TVRI, Arief Hidayat Thamrin, mengutarakan, sebagai saluran pemersatu bangsa seiring dengan dinamika masyarakat, TVRI akan terus melakukan perubahan positif dari waktu ke waktu. "Kami sedang melakukan transformasi dan perbaikan di semua lini manajemen. Persembahkan logo dan brand baru TVRI sebagai simbol perubahan semangat dan budaya baru sebagai televisi publik yang maju moderen dan mendunia," tandas Arief. Peresmian wajah baru TVRI ini disiarkan pada acara 'Menggapai Dunia' dan GelarBeruntung 2019 serta Penanda tangani Penerima Hak Siar Piala Dunia FIFA Qatar 2022 MediaPI dan FIFA hari ini dan Pertandingan itu akan digelar di Qatar pada tahun 2022 dan TVRI hadirkan mengapai dunia dengan aneka hiburan musik dan tarian menampilkan sejumlah artis di antaranya Titi Dj. Slogan RMPI, PITV dan TVRI juga diganti menjadi 'Media Pemersatu Bangsa' dan 'Milik Bangsa untuk Indonesia' setelah sebelumnya mengusung slogan 'Saluran Pemersatu Bangsa' dan tagline #KamiKembali. Tampilan peluncuran Baru MediaPI dan TVRI terlihat mengusung tema lingkaran dan berbentuk L terbalik di semua aspek Templat-Penyiaran

Sumber: https://mediaindonesia.com/humaniora/226523/ganti-logo-tvri-cerminkan-budaya-dan-semangat-baru

3.MNCTV (2010)

anggal 20 Oktober 2010 atau 20.10.2010 menjadi momen bersejarah pergantian nama Televisi Pendidikan Indonesia (TPI). Logo dan merek baru MNCTV resmi menggantikan TPI.

Menyambut peristiwa bersejarah itu, digelar acara musik spesial bertajuk “20.10.2010 Selalu di Hati” di Central Park, Jakarta, tadi malam. Acara yang disiarkan langsung oleh MNCTV itu dimeriahkan oleh penyanyi-penyanyi dan grup musik beken di Tanah Air di antaranya penyanyi Afgan, Sherina, Vidi Aldiano, grup musik seperti The Changcuters, J-Rocks, dan Zigaz.


CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan, sebuah survei menyebutkan TPI merupakan sebuah televisi yang audiensnya konsisten berada pada peringkat keempat.

Kendati sudah cukup membanggakan, ketika ditelusuri lebih dalam, jumlah produk pemasang iklan di TPI berada pada posisi ke-10. ”Padahal ranking keempat, tapi jumlah produk pemasang iklannya hanya berada di posisi ke-10. Ini tentu membuat kami bertanya-tanya,” kata Hary Tanoesoedibjo di sela-sela acara penggantian nama TPI. Setelah dilakukan penelitian mendalam, pihaknya menemukan jawaban yakni brand TPI yang cenderung kurang menjual.

Ini dapat dimengerti karena dulu program-program TPI secara kualitas kurang baik sehingga image juga susah berubah walaupun rating-nya naik secara maksimal. Karena itulah, manajemen Media Nusantara Citra (MNC) memutuskan untuk mengubah logo dan nama TPI menjadi MNCTV. Dipilihnya nama MNC, lanjut Hary Tanoesoedibjo, karena sudah memiliki nama dan kualitas yang baik. Perubahan nama tersebut diharapkan bisa meningkatkan jumlah produk yang memasang iklan. ”Yang patut digarisbawahi, kami hanya mengubah logo dan nama. Sedangkan badan hukumnya tetap,” ungkap Hary Tanoesoedibjo.

Dia optimistis nama MNCTV akan mampu mengubah image TPI menjadi lebih baik. Terlebih pangsa pasar yang ditargetkan MNCTV menjadi lebih luas yakni pada semua segmen, jadi tidak ada lagi alasan bagi pemasang iklan untuk ragu menayangkan iklannya di MNCTV. Keistimewaan acara “20.10.2010 Selalu di Hati” terasa kental karena tayangan ini digarap dengan format khusus.

Salahsatunya para penonton yang langsung datang atau menyaksikan melalui layar kaca dimanjakan oleh sajian musik dikolaborasikan dengan sentuhan akasi magician. Kolaborasi antara penyanyi dan magician dapat ditemui pada penampilan sederet bintang seperti penyanyi Cinta Laura dan Sherina. Pada proses pergantian logo juga dilakukan oleh magician dengan apik. Diawali seolah-olah magician bermain sinar pada layar televisi dan kemudian mengambil, lalu menyimpan di telapak tangan. Kemudian membawanya ke sebuah kotak besar.

Bersamaan dengan itu, muncullah logo dan nama baru pengganti TPI yakni MNCTV. Sementara itu, Managing Director and Programming MNCTV Nana Putera mengatakan, perubahan nama dan logo tersebut akan meningkatkan kinerja perusahaan di antaranya dengan menayangkan tayangan berkualitas. ”Kalau diperhatikan sebenarnya sejak beberapa bulan terakhir, TPI sudah mulai menayangkan tayangan berkualitas misalkan secara rutin menayangkan pertandingan sepak bola Liga Inggris,” ujarnya.

Kendati begitu, dia mengaku MNCTV tidak akan mengubah semua jenis tayangan yang telah ada. Selama ini cukup banyak program yang ditayangkan di TPI mendapatkan perhatian dari masyarakat antara lain program sinetron yang mengangkat budaya nasional. Karena ingin memperluas target audiens, MNCTV juga akan terus meningkatkan beberapa tayangan seperti olahraga dan anak-anak.

Salah satu penyanyi yang meramaikan acara, Vidi Aldiano, berharap perubahan nama dan logo dari TPI ke MNCTV akan meningkatkan kualitas tayangan sehingga MNCTV akan semakin dikenal masyarakat.”Saya berharap MNCTV akan menjadi televisi nomor wahid dan tetap selalu di hati pemirsa,” harap dia. Selain kolaborasi antara penyanyi dan magician, para pemirsa dapat menikmati sajian unik lainnya yakni aksi empat orang drummer.

Mereka penggebuk drum dari grup musik The Changcuters, JRock, Zigaz, dan Sonet2. Mereka beraksi dengan memamerkan permainan drum masing-masing di drum session. Tak ketinggalan pula kolaborasi lima vokalis pria handal yang tergabung dalam The Prince yang terdiri atas Afgan, Vidi Aldiano, Igo Idol, Petra Sihombing, dan Zian “Zigaz”. Hadirnya kekonyolan-kekonyolan yang dimunculkan oleh para host yakni Ivan Gunawan, Indra Bekti, Lena Tan, dan Magdalena kian melengkapi kemeriahan acara tersebut. 

(sumber: TPI Resmi Berganti Nama Jadi MNCTV : Okezone Nasional)

4.RTV (2014) "TV Nasional"

tahukah anda, SBY meresmikan RTV sebagai pengganti B Channel pada tanggal 3 Mei 2014 dan Anda tahu RTV resmi memindahkan kantor ke Jakarta Pusat tahun ini?


Dari segi program, target utama pemirsa program-program RTV lebih banyak menitikberatkan kepada anak-anak dan kaum perempuan. Hal tersebut dilihat dari hasil riset bahwa wanita lebih banyak berada di depan televisi daripada laki-laki.

"Karena populasi wanita lebih besar dan wanita memiliki kesempatan menonton TV lebih banyak. Selain itu, wanita juga memiliki peran utama dalam pengambilan keputusan," kata Satrio Tjai selaku Direktur Pengembangan RTV.

Peluncuran nama dan logo RTV akan resmi dirilis di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, 3 Mei mendatang.

Acara akan dimeriahkan oleh artis-artis papan atas seperti Slank, Ahmad Dhani, Kotak, Mulan Jameela, Maia Estianty, Al Ghazali, Syahrini, Cherry Belle, Afgan dan SM*SH.


di kutip dari Bahasa Indonesia dalam Wikpedia:

Pada akhirnya, di tanggal 28 April 2014, nama baru dari B-Channel diungkapkan ke publik dalam sebuah konferensi pers, yaitu Rajawali Televisi (disingkat RTV). Nama "Rajawali" sendiri dipilih karena melambangkan hewan yang kuat di udara, juga sebagai refleksi dari pemegang saham utamanya, Rajawali Corpora. Nama RTV sendiri dipilih setelah Direktur Utama B-Channel, Maria Goretti melakukan konsultasi dengan pakar penjenamaan. Dari awalnya terdapat banyak usul nama baru seperti Singa TV, Andromeda TV, Spekta TV, Komodo TV dan lainnya, pada akhirnya terpilihlah nama yang akan dipakai sampai sekarang.[30] Untuk pemirsanya sendiri, nama dan logo RTV kemudian diperkenalkan pada siaran perdana Lensa Indonesia Pagi di tanggal 3 Mei 2014.

Berbeda dengan B-Channel yang memfokuskan pada program impor, RTV saat itu mencanangkan akan lebih banyak menyiarkan acara lokal dan in-house, yang menekankan pada perubahan dan pembaharuan. Target pasarnya sendiri adalah perempuan dan anak (60% dari programnya),[31] ​karena dianggap potensial sebagai konsumen dan jumlah penontonnya lebih banyak dibanding laki-laki, namun acaranya tetap bersifat edukatif.[32][33] Diharapkan, dengan perubahan ini juga terjadi penambahan pemirsa menjadi 2-3 kali lipat.[34] Perubahan ini akhirnya resmi dilangsungkan pada acara "Grand Launching Langit Rajawali" yang berlangsung pada 3 Mei 2014 dan diklaim menggunakan teknologi hologram baru. Peluncuran ini diisi oleh para artis serta dihadiri oleh pemilik Rajawali Corpora Peter Sondakh dan beberapa pejabat seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.[35] Dalam peresmian tersebut, Sondakh sendiri berharap RTV bisa menjadi agen perubahan dan menciptakan nilai positif bagi bangsa.[36]

Pada saat yang sama, semua stasiun anggota B-Channel juga berubah nama menjadi RTV + nama daerah (kecuali TVKU karena B-Channel tidak menguasai kepemilikannya), menandakan RTV berubah sebagai "stasiun televisi nasional",[37][38] meskipun secara formal RTV tetap wajib berjaringan sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Pihak RTV sendiri mengklaim bahwa dengan rebranding tersebut, RTV sudah berada di peringkat ke-10 (dari 11 jaringan televisi) dan siap menyaingi pemain besar yang sudah ada seperti RCTI dan PITV dan SCTV; bahkan diperkirakan pada 3-4 tahun mendatang RTV sudah mencapai titik impas dan mulai menghasilkan keuntungan bagi Rajawali Corpora.[39] Walaupun demikian, awalnya memang tidak mudah langkah RTV untuk bermain di industri penyiaran pada saat itu, karena rating acaranya relatif rendah.[40] Program RTV saat awal bersiaran didominasi oleh aneka drama (impor maupun lokal) dan acara anak-anak.[41] Beberapa waktu kemudian, muncul acara pertama yang berhasil menaikkan pamor RTV dengan cukup baik, yaitu Olimpiade Indonesia Cerdas yang sudah diadakan beberapa kali.[42]


Pada 30 Juni 2016, RTV akhirnya dapat menjangkau Semarang secara independen dengan saluran 56 UHF, sehingga sejak saat itu berpisah dengan TVKU setelah berjaringan dengannya selama 3 tahun. Dua bulan kemudian, pada Agustus 2016, perusahaan konglomerat Mayapada Group mengakuisisi sebagian saham RTV (yang tidak diketahui jumlahnya, namun signifikan). Namun, dalam akuisisi ini Mayapada tidak memegang penguasaan, karena mereka merasa tidak memiliki pengalaman yang banyak di bidang media. Bentuk kerja sama yang dilakukan hanya dalam penyertaan saham minoritas dan strategic partnership.[44][45] Hasil dari kerja sama ini adalah misalnya iklan Bank Mayapada yang pernah hadir di RTV. Jika dilihat, bentuk kerja sama ini mirip dengan Trans7, di mana ada dua pemegang saham mayoritas (Trans Media) dan minoritas (Kompas Gramedia), walaupun pemegang saham mayoritas-lah yang memiliki kendali mutlak.

Terlepas dari berbagai isu yang berkembang saat ini, munculnya logo MOJI disinyalir merupakan sebuah gebrakan baru dari Emtek menjelang analog switch off (ASO) yang rencananya diberlakukan secara nasional pada 2 November 2022 mendatang.

Hingga artikel ini diterbitkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak O Channel, SCM, maupun Emtek terkait munculnya logo MOJI dalam tayangan promo Piala Dunia 2022 pada Jeda Iklan di Indosiar.

Sebelum publik dibuat heboh dengan munculnya logo MOJI menggantikan O Channel pada tayangan promo Piala Dunia 2022 yang ditayangkan oleh IndosiarO Channel saat ini mengusung tagline 'HOME OF FUNTASTIC SPORT' yang menyajikan banyak tayangan olahraga premium dan Tagline PITV Kanal 2 sudah dipasang dilayar Kaca pada Jumat 5 Agustus 2022 sebagai Jelang Peresmian NusaChannel hadir sebagai Saluran Hiburan dan Olahraga Premium Eksklusif yang diresmikan oleh MediaPI sebelum Analouge Switch Off 2 November 2022 mendatang jika PITV Kanal2 masih "road to NewPITVChannel2".

NewPITVChannel2 disinyalir sebagai Menuju NusaChannel dan Piala Dunia FIFA 2022 Qatar sangat diwarnai citra baru PITV Kanal 2 yang ada Saluran Baru dari PITV dan MediaPI untuk memperbaiki kualitas saat ini. kata Syaifull S.



Komentar

Postingan Populer