Rusia tidak ambil pusing jika Kompromi atu tidak jika hadiri KTT G20 (Kerjasama MediaPI News dan BBC News Indonesia)

 Pernyataan Presiden Ukraina, Volodymir Zelensky, bahwa dia diundang oleh Presiden Jokowi ke pertemuan puncak G20 dinilai sebagai langkah "kompromi" dan "kecerdikan" Indonesia agar semua anggota G20 menghadiri acara itu, kata seorang anggota DPR.


Sementara, seorang pengamat hubungan internasional mengatakan, jika benar Indonesia mengundang Zelensky, hal itu tidak terlepas dari "tekanan negara-negara Barat" yang kemudian tidak bisa diabaikan oleh Indonesia.


Sampai sejauh ini belum ada klarifikasi dari pemerintah Indonesia, baik oleh Istana atau Kementerian Luar Negeri, tentang pernyataan Presiden Zelensky melalui akun Twitternya pada Rabu (27/04) tersebut.


Pertemuan puncak pemimpin G20 akan digelar di Bali pada 15 dan 16 November 2022, adapun pertemuan antar menteri sudah mulai pada akhir Oktober 2022.


IKLAN


Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sukamta, mengatakan, jika benar Presiden Joko Widodo telah mengundang Zelensky, itu menunjukkan "kecerdikan Indonesia."


"Itu bisa dilihat dari sisi perspektif kompromi, tapi boleh jadi itu juga dapat dilihat sebagai kecerdikan Indonesia," kata Sukamta kepada BBC News Indonesia, Kamis (28/04).



Komentar

Postingan Populer