BackWardto2021: Tahun Baru 2021 akhiri 2020
Dunia masih menghadapi pandemi virus Corona atau COVID-19 saat tahun baru 2021. Beberapa atau sebagian besar kota dunia memilih merayakan tahun baru dalam suasana sepi, tapi ada juga kota-kota yang berkerumun menyambut tahun baru.
Di Indonesia, perayaan tahun baru dilarang pemerintah untuk menekan penyebaran virus Corona. Larangan perayaan Tahun Baru itu berawal dari keputusan pemerintah pusat melalui Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.Pemerintah pusat memutuskan untuk melarang perayaan Tahun Baru 2021. Khususnya, untuk daerah dengan kasus COVID-19 yang tinggi.
Jambi - Pengalaman liburan ke Kerinci saat pandemi COVID-19 sungguh berkesan. Selain bertemu keluarga, bisa juga menikmati wisata di sana.
Tahun 2021 telah datang tapi penularan virus Corona tampaknya belum akan berakhir. Meskipun begitu, momen tahun baru kali ini banyak dimanfaatkan warga yang merantau untuk pulang kampung.
Momentum ini diambil setelah menunda mudik saat Lebaran tujuh bulan yang lalu. Siapa saja yang pernah lahir di suatu daerah, kemudian merantau, pasti pernah merasakan suatu kerinduan yang amat dalam pada kampung halaman, dan itu hanya bisa diatasi dengan cara mudik.
Masyarakat yang pulang ke kampung halaman rela mengantri, bermacet-macetan, menghabiskan uang yang tidak sedikit untuk bertemu sanak saudara, dan bernostalgia dengan masa lalu.
Pada musim libur tahun baru kali ini, banyak warga Kerinci yang merantau memilih pulang, termasuk saya. Di sepanjang jalan lalu lintas padat merayap.
Travel jenis eksekutif yang biasanya saya tumpangi juga habis sehari sebelum pulang. Dengan terpaksa saya mencari travel kecil sejenis mobil pribadi agar tetap bisa pulang ke kampung halaman.
Kami berangkat menuju kampung halaman pukul 20.00 WIB dari Kota Jambi. Di dalam mobil sudah ada warga asli Kerinci yang pulang dari Bali, Jakarta, Medan, dan tentunya dari Kota Jambi sendiri.
Sepanjang jalan saya berbincang dengan seorang bapak yang baru pulang dari Bali. Ada satu kata yang terucap dari mulut bapak tersebut yang membuat saya bangga. "Sebagus dan seindah-seindahnya wisata di Bali, tentu lebih bagus berlibur di kampung sendiri," kata dia
Tahun 2021 telah datang tapi penularan virus Corona tampaknya belum akan berakhir. Meskipun begitu, momen tahun baru kali ini banyak dimanfaatkan warga yang merantau untuk pulang kampung.
Momentum ini diambil setelah menunda mudik saat Lebaran tujuh bulan yang lalu. Siapa saja yang pernah lahir di suatu daerah, kemudian merantau, pasti pernah merasakan suatu kerinduan yang amat dalam pada kampung halaman, dan itu hanya bisa diatasi dengan cara mudik.
Masyarakat yang pulang ke kampung halaman rela mengantri, bermacet-macetan, menghabiskan uang yang tidak sedikit untuk bertemu sanak saudara, dan bernostalgia dengan masa lalu.
Pada musim libur tahun baru kali ini, banyak warga Kerinci yang merantau memilih pulang, termasuk saya. Di sepanjang jalan lalu lintas padat merayap.
Travel jenis eksekutif yang biasanya saya tumpangi juga habis sehari sebelum pulang. Dengan terpaksa saya mencari travel kecil sejenis mobil pribadi agar tetap bisa pulang ke kampung halaman.
Kami berangkat menuju kampung halaman pukul 20.00 WIB dari Kota Jambi. Di dalam mobil sudah ada warga asli Kerinci yang pulang dari Bali, Jakarta, Medan, dan tentunya dari Kota Jambi sendiri.
Sepanjang jalan saya berbincang dengan seorang bapak yang baru pulang dari Bali. Ada satu kata yang terucap dari mulut bapak tersebut yang membuat saya bangga. "Sebagus dan seindah-seindahnya wisata di Bali, tentu lebih bagus berlibur di kampung sendiri," kata dia
Komentar
Posting Komentar